Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan pangsa pasokan pati sagu Indonesia ke Jepang meningkat dari hanya 2 persen pada 2021 menjadi 7 persen pada 2022, 8 persen pada 2023, 9 persen pada 2024, dan 14 persen pada 2025.
"Data terbaru 2025 baru 14 persen kebutuhan sagu Jepang itu kita suplai dari Indonesia. Tapi itu sudah menunjukkan peningkatan, karena 2021 kalau nggak salah hanya 2 persen. 2025 sudah 14 persen," kata Sarmuji dalam Sago Business Forum di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Ia menilai, peningkatan tersebut belum mencerminkan besarnya potensi sagu Indonesia. Karena itu, pemerintah akan mendorong perluasan pasar melalui kemitraan dengan pihak Jepang.
"Kita akan dorong melalui kemitraan, tadi ada yang siap menjadi jembatan, Profesor dari Jepang tadi, siap menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang khusus untuk sagu," ujarnya.
Sarmuji mengatakan, penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperbesar pasokan sagu Indonesia ke Jepang. Menurutnya, peluang ekspor masih terbuka lebar mengingat potensi sumber daya sagu nasional yang besar.
"Lebih banyak ke Jepang," kata Sarmuji saat ditanya mengenai negara tujuan ekspor sagu Indonesia saat ini.
BERITA TERKAIT: