Suahasil Beberkan Hasil Ratas Ekonomi Bersama Prabowo di Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 03 November 2026, 16:50 WIB
Suahasil Beberkan Hasil Ratas Ekonomi Bersama Prabowo di Istana
Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap sejumlah hasil rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 November 2026. 

Dalam keterangannya kepada awak media seusai rapat, Suahasil menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam jalur yang sesuai dengan proyeksi pemerintah. 

Salah satu indikatornya terlihat dari tingkat inflasi yang tercatat sebesar 3,23 persen, masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.

"Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya," ujar Suahasil.

Dia menegaskan, capaian inflasi tersebut masih sesuai dengan perkiraan pemerintah sejak awal melakukan perhitungan terhadap kondisi perekonomian nasional. Dengan rentang sasaran 1,5 hingga 3,5 persen, angka inflasi Indonesia dinilai masih terkendali. 

Selain itu, pemerintah juga melaporkan penguatan aktivitas manufaktur yang tercermin dari kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur ke level 54 pada Oktober 2026, dari sebelumnya di kisaran 52.

"Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak," jelasnya.

Dalam ratas tersebut, Suahasil turut melaporkan perkembangan arus modal asing yang masih mencatatkan aliran masuk ke pasar keuangan domestik melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Sementara dari sisi APBN, realisasi pendapatan dan belanja negara hingga akhir Oktober 2026 disebut masih berjalan sesuai rencana. Pemerintah kini harus mengoptimalkan penerimaan lebih dari Rp600 triliun dan merealisasikan belanja sekitar Rp990 triliun dalam dua bulan tersisa.

"Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan," kata Suahasil.

Menjelang penutupan tahun anggaran, Presiden secara khusus mengingatkan kementerian dan lembaga agar tetap mengedepankan efisiensi serta tata kelola yang baik dalam merealisasikan belanja negara. 

Suahasil mengatakan, percepatan penyerapan anggaran pada akhir tahun tetap dapat dilakukan, sepanjang sesuai dengan target keluaran atau output yang telah direncanakan.

"Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut," tegasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA