Berdasarkan pantauan, sejumlah pejabat yang telah hadir di antaranya Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Donny Oskaria, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf.
Kepala BP BUMN Donny Oskaria mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas bersama Presiden. Ia menduga pertemuan tersebut masih berkaitan dengan rapat ekonomi yang digelar bersama Kepala Negara kemarin.
Saat ditanya apakah membahas Kampung Nelayan Merah Putih, Donny mengatakan mungkin juga dibahas karena Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono turut hadir di Istana.
"Ya, mungkin. Karena ada Pak Trenggono," ujarnya kepada awak media.
Di sela kedatangannya, Donny turut membeberkan perkembangan kinerja BUMN. Ia menyebut capaian laba perusahaan pelat merah pada kuartal III 2026 meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"BUMN semuanya baik-baik aja. Hasilnya bagus, kuartal III kita naik 20 persen dibandingkan tahun lalu profitnya. Progresnya baguslah, kita transformasi BUMN menjadi jalan yang baik. Insyaallah nanti mudah-mudahan makin bagus, ya," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengaku belum mengetahui agenda rapat bersama Prabowo.
Kendati demikian, ia menyatakan siap memberikan laporan apabila pembahasan menyangkut perkembangan pembangunan kampung nelayan.
"Belum tahu. Aku sih siap aja. Datanya siap. Jadi, kalau di dipanggil nanti urusan itu kan ya," kata Trenggono.
Trenggono menjelaskan, dari target pembangunan 1.360 kampung nelayan pada tahun ini, sebanyak 100 titik telah selesai dan beroperasi.
Sementara itu, 1.069 titik lainnya masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada 24 Desember 2026.
BERITA TERKAIT: