Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 03 November 2026, 14:06 WIB
Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam sambutannya pada acara Penutupan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan - Indonesia serta Peluncuran Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Foto: Kemenkop)
Kecil Besar
rmol news logo Program Kemitraan antara Korea dengan Indonesia dalam proyek Official Development Assistance (ODA) Smart Factory resmi ditutup setelah berjalan selama tiga tahun sejak kick off dilakukan pada tahun 2023. 

Melalui program ini, pemerintah Indonesia, Asosiasi INNOBIZ (Korea Selatan) serta BINUS University bekerja sama untuk mengimplementasikan transformasi digital, penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan daya saing bagi koperasi dan UKM di Indonesia.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan–Indonesia karena telah mampu memberikan dampak yang positif bagi pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia. 

Meski program resmi berakhir, namun bukan berarti kerja sama strategis antara Korea dengan Indonesia juga berakhir. Hal ini justru dapat menjadi momentum bagi perluasan kerja sama bilateral yang lebih luas di masa mendatang.

"Kementerian Koperasi (Kemenkop) terbuka untuk memperluas kemitraan khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan smart factory dan smart farm serta penguatan kapasitas bagi koperasi ," kata Menkop Ferry dalam sambutannya pada acara Penutupan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan - Indonesia serta Peluncuran Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Ferry menegaskan melalui program ODA Smart Factory tersebut terbukti mampu memberikan pembelajaran yang sangat penting bagi penguasaan teknologi, pemanfaatan data, hingga otomatisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi dan UKM di Indonesia. 

Salah satu hasil pentingnya adalah pengembangan Smart Factory Training Center (SFTC) di BINUS Bekasi sebagai fasilitas pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi di bidang manufaktur cerdas.

"Kami harap hasil dan praktek baik tidak berhenti pada kegiatan ini saja tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mempercepat proses modernisasi baik di koperasi atau UKM di Indonesia," ucapnya. 

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong koperasi dan UKM di Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengambil bagian dalam rantai nilai ekonomi global. 

Oleh karena itu, hasil dan pengalaman dari proyek ODA ini perlu ditindaklanjuti melalui penerapan yang konkret, pengembangan sumber daya manusia, perluasan transfer pengetahuan, serta replikasi praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan kebutuhan koperasi dan UKM.

"Kami berharap program ini bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar koperasi dan UKM di Indonesia bisa berkembang. Saya juga mengucapkan selamat atas peluncuran AVITEK KUKM, semoga asosiasi ini dapat menjalankan peran strategisnya secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan," tandasnya. rmol news logo article



Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA