Pada penutupan perdagangan Senin, 2 November 202y, waktu Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 0,51 persen ke level 7.541,40. Nasdaq Composite melemah lebih dalam sebesar 1,07 persen menjadi 25.164,32. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik 0,41 persen ke posisi 51.983,98.
Salah satu saham yang menjadi perhatian adalah Apple. Saham produsen iPhone tersebut turun 1,5 persen menjelang pengumuman laporan keuangan kuartalannya. Namun, setelah perdagangan berakhir, Apple melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar, ditopang permintaan awal yang kuat terhadap iPhone 18 Pro serta kenaikan harga jual. Sahamnya bergerak nyaris stagnan dalam perdagangan setelah pasar tutup.
Di antara saham teknologi lainnya, Oracle anjlok hampir 9 persen setelah dokumen regulator menunjukkan rencana perusahaan menghimpun dana hingga 20 miliar dolar AS melalui penerbitan utang dan penjualan saham. Langkah tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya kebutuhan pendanaan untuk ekspansi infrastruktur komputasi awan.
Tekanan juga melanda sektor semikonduktor. Saham Marvell Technology merosot 13 persen setelah mengumumkan rencana akuisisi perusahaan komponen optik Lumentum senilai 115 miliar dolar AS, termasuk utang. Saham Lumentum sendiri terjun 18,6 persen. Sementara itu, Intel turun 8,8 persen, AMD melemah 7,5 persen, dan Palantir terkoreksi 3,1 persen.
Di sisi lain, sejumlah saham berhasil menguat. Amazon naik 2,2 persen dan Tesla bertambah 1 persen. Secara sektoral, tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Sektor barang konsumsi non-esensial memimpin kenaikan dengan penguatan 2,25 persen, disusul sektor material yang naik 1,83 persen. Sebaliknya, sektor energi tertekan 4 persen seiring anjloknya harga minyak mentah.
Kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur AI masih membayangi pasar. Pada Oktober, Nasdaq telah kehilangan 5,3 persen, salah satu tekanan bulanan yang mencerminkan meningkatnya keraguan terhadap kemampuan perusahaan teknologi mengubah investasi AI yang sangat besar menjadi keuntungan dalam waktu dekat.
Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung Selasa, waktu setempat. Hasil pemilu tersebut akan menentukan apakah Partai Demokrat mampu merebut kendali Kongres dari Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump.
BERITA TERKAIT: