Untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Jakarta menuju 20 besar kota global pada 2045.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin 2 November 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ajang memperluas jejaring investasi sekaligus memperkuat kerja sama pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan ekosistem startup.
Pramono mengatakan, Jakarta memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk terus berkembang sebagai pusat bisnis dan investasi. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen, melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen. Jakarta juga berkontribusi sekitar 16,32 persen terhadap perekonomian Indonesia.
“Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat, hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2026 yakni 5,52 persen, di atas nasional 5,29 persen. Kemudian kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang sekitar 16,32 persen,” kata Pramono.
Menurutnya, peningkatan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemprov DKI Jakarta membuka peluang investasi di berbagai sektor strategis, antara lain transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit, pengelolaan air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur digital.
“Fokusnya bukan hanya besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas, mulai dari transportasi terintegrasi, kawasan berorientasi transit, air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital,” kata Pramono.
Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kepastian bagi investor.
Pramono menilai East Ventures memiliki peran strategis dalam menghubungkan startup, talenta digital, dan UMKM Jakarta dengan akses permodalan, teknologi, serta jaringan bisnis internasional.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan mengembangkan bisnis, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami sangat berharap mudah-mudahan kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik. Tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures,” pungkas Pramono.
BERITA TERKAIT: