Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Senin, 02 November 2026, 18:02 WIB
Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Selat Hormuz mendorong PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mempercepat upaya mencari sumber alternatif nafta agar tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari Timur Tengah.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi, mengatakan disrupsi pasokan dari kawasan tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan memperkuat rantai pasok bahan baku. 

"Dengan adanya disrupsi pasokan dari Selat Hormuz, itu membuat kami lebih cepat mencari rantai pasok ataupun alternatif pasokan nafta, bukan hanya tergantung dari Middle East," ujar Suryandi dalam diskusi bersama Forum Wartawan Industri di Jakarta, Senin, 2 November 2026. 

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas Condensate Splitter Unit (CSU) di Cilegon, Banten. Fasilitas berkapasitas 300.000 barel per hari itu ditargetkan menghasilkan 2,5 juta ton bahan baku alternatif nafta untuk industri.

Namun, fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Kehadiran CSU diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pasokan bahan baku dari Timur Tengah.

"Belum selesai dan mungkin baru beroperasi di tahun 2027, itu bisa menjadi alternatif agar tidak tergantung 100 persen dari Middle East," jelasnya.

Meski menyiapkan sumber alternatif, Chandra Asri tetap akan mengimpor nafta. CSU diposisikan sebagai langkah antisipasi agar pasokan bahan baku tetap terjaga jika terjadi gangguan di Selat Hormuz maupun di fasilitas produksi kawasan Timur Tengah.

"Tetap kita impor tapi ini menjadi alternatif apabila ada terjadi gangguan lagi, enggak tahu nanti gangguannya di mana. Misalnya, pabrik di Middle East ada gangguan, lalu kemudian pasokannya juga terganggu, kita akan punya alternatif," tandas Suryandi.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA