Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan angka tersebut setelah melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Dari total investasi tersebut, penanaman modal di luar Jawa mendominasi dengan nilai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen. Sementara investasi di Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1.998,7 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun.
Rosan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong investasi berkualitas yang berorientasi pada hilirisasi dan industrialisasi. Langkah ini diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah memperkuat iklim investasi melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Integrasi tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor domestik maupun asing.
Menurut Rosan, kepastian menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi ketidakpastian, mulai dari proses perizinan, waktu pengurusan, hingga iklim investasi.
“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi,” tegas Rosan.
BERITA TERKAIT: