Destry menegaskan, BI memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global.
Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain dalam kelompok setara (peer group).
"Kami di Bank Indonesia kan tugas kami menjaga stabilitas Rupiah. Jadi kalau kita lihat pergerakan Rupiah memang sangat banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan dengan peer group kita," kata Destry kepada media di Jakarta, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pergerakan Rupiah saat ini merupakan bagian dari fluktuasi pasar yang dipengaruhi mekanisme permintaan dan penawaran (supply and demand), serta persepsi investor terhadap kondisi perekonomian.
Selain faktor domestik, sentimen global juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan mata uang Garuda. Salah satunya adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
"Tadi saya juga tunjukkan ada data juga bahwa pergerakan yang sekarang terjadi kita lihat itu bagian dari fluktuasi. Karena ini adalah market bebas dan pergerakan rupiah itu kan sangat tergantung juga dari supply demand dan persepsi," jelasnya.
Destry mencontohkan, sentimen positif terhadap Rupiah dapat muncul ketika The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut dapat langsung memengaruhi pergerakan mata uang di pasar global, termasuk Rupiah.
"Kalau kita lihat hari ini juga penguatan terjadi di global, oh Amerika gak naikkan suku bunga The Fed, dampaknya ternyata langsung positif. Jadi banyak faktor yang di luar kontrol dari kita," tambah Destry.
Meski demikian, Destry memastikan BI tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim perekonomian yang kondusif, sehingga sektor riil dapat tumbuh dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
"Tapi kami di Bank Indonesia kita sudah punya komitmen yang kuat bahwa fokus kita itu adalah memang menjaga stabilitas. Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga supaya tercipta iklim ekonomi yang kondusif untuk nantinya ekonomi di sektor riilnya bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan," tandasnya.
Sebagai informasi, mengutip data Bloomberg, nilai tukar Rupiah pada Jumat siang berada di level Rp18.167 per Dolar AS. Rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
BERITA TERKAIT: