Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai kemungkinan penunjukan pejabat baru untuk mengisi posisi Menteri ESDM.
Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Saat ditanya apakah posisi Menteri ESDM akan tetap dipegangnya atau diserahkan kepada orang lain, Bahlil menegaskan masih menjalankan tugas sesuai perintah Presiden.
“Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan bahwa rangkap jabatan tersebut tidak akan menambah beban anggaran negara.
Dia memastikan hanya menerima satu gaji meskipun pengangkatannya sebagai Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dituangkan dalam dua Keputusan Presiden (Keppres).
“Gajinya juga satu aja. Sekalipun dua Keppres, gajinya satu aja,” tegas Bahlil di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Bahlil, pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah dalam Asta Cita, terutama di sektor hilirisasi dan transisi energi.
Sementara itu, Bahlil sebelumnya menyatakan untuk sementara tetap berkantor di Kementerian ESDM sembari melihat perkembangan penugasan yang diberikan Presiden.
Dia juga menilai sektor ESDM memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi karena sebagian besar investasi berada di sektor tersebut.
BERITA TERKAIT: