Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa, 13 Oktober 2026, Bitcoin turun 0,44 persen ke level 83.561 Dolar AS. Meski melemah, penurunan Bitcoin masih lebih kecil dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang turun 1,33 persen.
Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan korelasi sebesar 81 persen dengan indeks S&P 500, menandakan bahwa harga aset kripto terbesar di dunia ini masih sensitif terhadap sentimen pasar saham dan perkembangan ekonomi AS.
Salah satu pemicu utama tekanan tersebut adalah penguatan indeks Dolar AS (DXY), yang pada 12 Oktober mencapai level tertinggi dalam 18 bulan di atas 102,50. Kenaikan harga minyak turut memengaruhi sentimen pasar, sementara pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter AS masih perlu dijaga ketat untuk mengendalikan inflasi.
Dolar yang lebih kuat dan prospek suku bunga tinggi cenderung menekan aset berisiko seperti Bitcoin. Investor juga menantikan data inflasi konsumen AS (CPI) September yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 14 Oktober 2026. Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, peluang bertahannya suku bunga tinggi dapat meningkat dan kembali membebani harga Bitcoin.
Tekanan jual juga datang dari likuidasi posisi beli atau long position yang menggunakan leverage, yakni dana pinjaman untuk memperbesar nilai transaksi. Dalam 24 jam, nilai likuidasi Bitcoin mencapai 179,2 juta Dolar AS, dengan sekitar 80 persen berasal dari posisi beli. Kondisi ini terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan taruhan investor sehingga posisi mereka ditutup secara paksa, yang kemudian dapat memperbesar tekanan penurunan.
Di sisi lain, dana yang mengalir keluar dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat turut mengurangi dukungan terhadap harga. Produk investasi tersebut mencatat arus keluar bersih sekitar 679 juta Dolar AS pada pekan sebelumnya.
Ke depan, pergerakan Bitcoin akan bergantung pada kemampuannya bertahan di area 82.000-83.000 Dolar AS. Jika area tersebut mampu menahan tekanan jual dan data inflasi AS memberikan sentimen positif, Bitcoin berpeluang kembali menguji level 84.300 Dolar AS.
Namun, jika harga menembus ke bawah 82.000 Dolar AS, terutama apabila inflasi lebih tinggi dari perkiraan, risiko penurunan menuju 79.000 Dolar AS akan meningkat.
BERITA TERKAIT: