Ramainya transaksi saham bank pelat merah tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 0,42 persen.
Pantauan RMOL, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 13.11 WIB, saham BMRI tercatat berada di harga Rp4.010 per saham. Harga tersebut naik tipis Rp0 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp4.010, meski sempat bergerak di rentang Rp3.920 hingga Rp4.010.
Sepanjang perdagangan, saham BMRI mencatatkan volume transaksi sebanyak 68,79 juta saham dengan nilai mencapai Rp272,20 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 25.719 kali, mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan saham perbankan tersebut.
Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, BMRI dibuka di harga Rp4.050, sempat menyentuh level tertinggi Rp4.070 dan terendah Rp4.000, sebelum ditutup di Rp4.010. Saat itu, volume transaksi mencapai 108,84 juta saham dengan nilai Rp437,14 miliar dan frekuensi 26.163 kali.
Perbandingan tersebut menunjukkan volume dan nilai transaksi BMRI hingga pukul 13.11 WIB pada Selasa masih lebih rendah daripada keseluruhan perdagangan sehari sebelumnya. Namun, data Selasa belum mencakup seluruh sesi perdagangan sehingga belum dapat dibandingkan secara langsung dengan total transaksi harian Senin.
Di tengah aktivitas transaksi BMRI, IHSG mengakhiri sesi I di level 5.911,463, turun 24,684 poin atau 0,42 persen. Indeks sempat bergerak di rentang 5.828 hingga 5.936 setelah dibuka pada level 5.936.
Tekanan pasar juga terlihat dari komposisi saham yang diperdagangkan. Sebanyak 328 saham melemah, lebih banyak dibandingkan 315 saham yang menguat, sementara sisanya bergerak stagnan.
Dari sebelas indeks sektoral, enam sektor berakhir di zona merah. Sektor teknologi mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,23 persen, disusul sektor barang konsumen siklikal yang turun 0,67 persen dan sektor keuangan yang melemah 0,56 persen.
Sementara itu, sektor energi menguat 0,62 persen dan sektor properti naik 0,57 persen. Sektor barang konsumen non-siklikal, kesehatan, dan transportasi juga mencatatkan kenaikan tipis.
Di kelompok indeks saham unggulan, LQ45 turun 0,52 persen ke level 587,812. Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,51 persen menjadi 351,196, sedangkan IDX30 terkoreksi 0,71 persen ke 327,292. Indeks MNC36 juga turun 0,63 persen ke level 259,566.
Selain BMRI, saham DSSA dan BBCA turut masuk dalam tiga saham dengan nilai transaksi terbesar pada sesi I. Meski demikian, besarnya nilai transaksi tidak serta-merta menunjukkan bahwa saham-saham tersebut menjadi penyebab utama pelemahan IHSG.

BERITA TERKAIT: