Pantauan
RMOL pada pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 5.880,01, turun 56,14 poin atau 0,95 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.936,15. Indeks sempat dibuka di level 5.914,98 sebelum bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 5.848,49.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah indeks saham lainnya. Indeks LQ45 yang mengukur pergerakan saham-saham unggulan turun 1,09 persen ke level 584,43. Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,07 persen menjadi 349,21, sementara IDX30 turun 1,28 persen ke level 325,44.
Adapun indeks KOMPAS100 terkoreksi 0,97 persen ke level 758,10 dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) turun 1,04 persen menjadi 204,09.
Luasnya tekanan jual terlihat dari jumlah saham yang melemah. Sebanyak 475 saham berada di zona merah, jauh melampaui 172 saham yang menguat, sedangkan 316 saham lainnya tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan pelemahan terjadi pada sebagian besar saham yang diperdagangkan, bukan hanya terbatas pada sejumlah emiten tertentu.
Saham perbankan berkapitalisasi besar turut menjadi perhatian. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,84 persen ke Rp5.900, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,61 persen ke Rp3.060. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga terkoreksi 1,50 persen ke Rp3.950.
Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat relatif tidak berubah, masing-masing di level Rp199.475 dan Rp11.300.
Pada saat bersamaan, volume perdagangan mencapai 5,915 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,809 triliun dan frekuensi 247.600 kali. Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau IHSG mampu memangkas pelemahannya sepanjang sesi perdagangan.
BERITA TERKAIT: