Bukan Lagi Rp10 Triliun, BEI Pantau Konsentrasi Kepemilikan Saham di Atas Rp5 Triliun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 10 Oktober 2026, 12:38 WIB
Bukan Lagi Rp10 Triliun, BEI Pantau Konsentrasi Kepemilikan Saham di Atas Rp5 Triliun
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta (Foto RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). 

Perluasan ini dilakukan dengan mengubah batas minimum kapitalisasi pasar saham yang masuk dalam pemantauan, dari sebelumnya di atas Rp10 triliun menjadi di atas Rp5 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi BEI yang dikutip Sabtu 10 Oktober 2026, penyempurnaan metodologi tersebut menggunakan price impact ratio  untuk mengidentifikasi saham yang berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi. Penurunan ambang kapitalisasi pasar membuat lebih banyak saham tercakup dalam pemantauan HSC.

Tak hanya memperluas cakupan pemantauan, BEI dan KSEI juga menambahkan informasi mengenai kepemilikan saham oleh investor lokal dan asing dalam data kepemilikan perusahaan tercatat. Informasi ini melengkapi data yang sebelumnya disajikan berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor.

Penambahan informasi tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih mendalam mengenai struktur kepemilikan emiten. Dengan begitu, investor dapat menelaah komposisi pemegang saham secara lebih menyeluruh sebagai bahan analisis dalam mengambil keputusan investasi.

Data kepemilikan saham didistribusikan secara berkala setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui situs resmi BEI. Sementara itu, informasi HSC dapat diakses melalui menu Perusahaan Tercatat, kemudian Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi.

BEI dan KSEI menyatakan penyempurnaan transparansi pasar modal akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan data. Langkah tersebut juga mengacu pada praktik terbaik global serta mempertimbangkan masukan dari investor dan penyedia indeks global. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA