Namun, seiring dinamika dunia kerja yang kian menuntut kolaborasi dan kesehatan mental yang terjaga, cara pandang perusahaan terhadap agenda tahunan ini bergeser drastis.
Perjalanan korporat kini dipandang bukan lagi sekadar biaya operasional atau agenda seru-seruan, melainkan bentuk investasi strategis untuk membangun engagement, mendongkrak produktivitas, merajut kolaborasi lintas divisi, hingga menjaga loyalitas karyawan di tengah kompetisi bisnis yang ketat.
Perubahan tren inilah yang mengemuka dalam ajang Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 di NICE PIK 2.
Sejumlah pelaku industri perhotelan mulai menawarkan pendekatan baru yang melihat perjalanan bisnis melampaui batas rekreasi semata atau yang kerap disebut sebagai konsep Beyond Leisure. Ren Tobing, CEO Nemuru Hotels Group, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan karyawan yang mampu mencapai target, tetapi juga tim yang solid, merasa dihargai, dan memiliki keterikatan dengan perusahaan.
"Karena itu, outing dan incentive travel dapat menjadi investasi terhadap people dan culture. Ketika dirancang dengan tepat, sebuah perjalanan dapat memperkuat teamwork, menyegarkan energi, dan membawa karyawan kembali dengan motivasi yang lebih tinggi," ujar Ren, dalam keterangannya dikutip Sabtu 9 Oktober 2026.
Menurutnya, konsep tersebut mengajak perusahaan melihat perjalanan korporat secara lebih menyeluruh, dengan mempertimbangkan tujuan bisnis, kebutuhan karyawan, kualitas interaksi, serta nilai yang ingin dibangun. Melalui konsep Beyond Leisure, Nemuru Hotels menawarkan solusi terpadu (Peace of Mind) dengan pendampingan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga panitia dapat mengelola acara secara lebih praktis dan terarah.
Ketika dirancang dengan matang, sebuah perjalanan korporat dapat berfungsi ganda: menyegarkan energi mental karyawan sekaligus memperkuat teamwork. Berbagai praktisi Human Resources (HR) mencatat bahwa apresiasi non-finansial seperti perjalanan insentif berdampak signifikan dalam menekan angka kejenuhan atau burnout serta meningkatkan retensi tenaga kerja.
Menyelenggarakan kegiatan korporat yang efektif ternyata tidak bisa disamakan dengan merencanakan liburan keluarga, karena setiap organisasi memiliki prioritas yang berbeda.
Astrid R.A. Luhulima, GM Sales Marketing & Distributions Nemuru Hotels Group, menuturkan bahwa apakah tujuannya membangun teamwork, memberikan reward, meningkatkan engagement, atau memberikan kesempatan untuk recharge, semuanya membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Senada dengan hal tersebut, Reza Gantina selaku Marketing Manager Nemuru Hotels menambahkan bahwa konsep Beyond Leisure mendorong perusahaan untuk menentukan tujuan kegiatan sebelum memilih destinasi.
"Kami ingin perusahaan tidak hanya bertanya 'mau ke mana?' Tetapi 'apa yang ingin dicapai?' Dari sana, kami membantu menentukan lokasi, konsep, aktivitas, akomodasi, hingga pengalaman yang paling sesuai," jelas Reza.
Dari sinilah berbagai fasilitas akomodasi mulai menyesuaikan diri dengan menyediakan pilihan yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan di Ciawi untuk kegiatan team building di luar ruangan, fasilitas urban di kawasan perkotaan seperti kawasan Rasuna Said, Radio Dalam, Ciputat, hingga Bekasi untuk rapat kerja yang intensif, serta kawasan pesisir di Anyer dan Ubud yang menawarkan relaksasi berbasis alam.
Seluruhnya dirancang untuk menjembatani kebutuhan bekerja sekaligus menjaga kesejahteraan mental atau
work and wellbeing.
Outing dan perjalanan insentif saat ini telah bertransformasi menjadi ruang perjumpaan yang krusial, bukan sekadar sarana melepas penat, melainkan strategi penting untuk merawat aset paling berharga sebuah organisasi: manusia di dalamnya.
BERITA TERKAIT: