Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), perusahaan yang bergerak di bidang periklanan dan komunikasi pemasaran, justru anjlok 11,39 persen pada penutupan perdagangan Jumat 9 Oktober 2026.
Saham FORU berakhir di level Rp140 per saham, turun Rp18 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp158. Pelemahan ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bangkit setelah dua sesi berturut-turut terkoreksi.
Meski harganya merosot, aktivitas perdagangan FORU terbilang tinggi. Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi mencapai sekitar 1,65 miliar saham dengan nilai Rp253,27 miliar dan frekuensi 60.480 kali.
Pada perdagangan hari itu, FORU sempat menyentuh level tertinggi Rp168 dan terendah Rp141. Pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan harga yang kuat hingga akhir sesi.
Di sisi lain, IHSG ditutup menguat 62 poin atau 1,04 persen ke level 6.093. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 5.995 hingga 6.100.
Penguatan pasar juga tercermin dari jumlah saham yang naik. Sebanyak 407 saham menguat, sementara 245 saham melemah dan 311 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 37,57 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp9,9 triliun dan frekuensi 1,42 juta kali.
FORU pun masuk dalam jajaran saham dengan volume perdagangan terbesar pada hari itu, bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun, tingginya volume transaksi FORU tidak diikuti penguatan harga.
Kontras antara penurunan tajam FORU dan rebound IHSG menunjukkan bahwa penguatan indeks belum merata ke seluruh saham. Meski demikian, data volume dan nilai transaksi saja belum cukup untuk memastikan penyebab tekanan harga maupun arah pergerakan FORU selanjutnya.
BERITA TERKAIT: