Hal ini merespon atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengabarkan pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi meninggal dunia.
"Saya kira meninggalnya Al Baghdadi sudah diumumkan dunia internasional dan itu menjadi kewaspadaan di kita (Polri)" kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, Senin (28/10).
Asep menambahkan, jaringan teroris yang ada di Indonesia seperti Jamaah Ansharut Daulah(JAD) memang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, para anggotanya merupakan orang yang telah berbaiat (menyatakan diri bergabung) dengan Al Baghdadi.
Densus 88, tambah Asep, tetap konsisten dalam melakukan upaya penegakkan hukum dan memetakan jaringan-jaringan teroris yang ada di Indonesia.
"Semua jaringan yang berada di Indonesia dalan pemantuan Densus," kata Asep menjamin semua pergerakan teroris dalam pantauan Densus.
Seperti diketahui, pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakar Al Baghdadi dikabarkan tewas. Banyak sumber yang menyebut Al Baghdadi melakukan bom bunuh diri dengan meledakan rompi yang telah dipasangi peledak.
Tewasnya Al Baghdadi diduga terkait dengan menyusutnya aktifitas militan ISIS beberapa tahun belakangan. Militan ISIS berubah menjadi jaringan
sleeper cell (sel-sel tidur).
BERITA TERKAIT: