Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris ini ditangkap di Jalan Trans Sulawesi, Bahonsuai, Morowali, Sulawesi Tengah. Diduga, kelima terduga teroris ini merupakan jaringan dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
“Mereka sudah bergabung melanjutkan perjuangan dengan Ali Kalora sebagai pimpinan dari MIT,†kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/10).
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini memaparkan, terduga teroris itu antara lain MR yang ditangkap di Jalan Trans Sulawesi Bahonsuai, Morowali, Sulawesi Tengah.
MR diduga mengunggah dan mencoba membuat bom rakitan dan melakukan kegiatan pemantauan terhadap sasaran yang ingin dilakukan Amaliah.
“Target mereka yakni anggota Polisi yang sedang bertugas di lapangan,†jelas Dedi.
Dari tangan MR, Densus berhasil menyita sebagai barang bukti antara lain, bom rakitan, satu buah anak panah, senjata tajam jenis parang, sangkur, ketapel, paku yang sudah dipotong.
"Bahan-bahan pembuat bom yang terdiri dari larutan ARM strong, belerang, landasan korek api, rangkaian elektronik, pupuk urea, aki mobil, senter, charger, peralatan merakit bom serta bendera ISIS," papar Dedi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, terduga lainnya adalah AA alias Adhy. Dia ditangkap di Jalan Trans Sulawesi. Dia terlibat membuat dan merakit bom serta merencanakan Fa’i alias merampas harta orang lain yang dianggap kafir dengan melakukan pencurian kendaraan bermotor serta melakukan profiling terhadap sasaran aksi terorisme.
Barang bukti yang diamankan dari AA yaitu, bom rakitan, senjata tajam jenis parang, sangkur dan beberapa rangkaian bom dan bahan mentah pembuat bom.
Kemudian ada A alias Anto. Keterlibatan membuat dan merakit bom. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yakni bom yang sudah dirakit, kartu identitas dan bahan mentah pembuat bom. Kemudian tersangka selanjutnya yakni W dan I alias Aco
“Saat ini kelima tersangka masih dalam proses penyelidikan Densus 88 dan masih dikembangkan keterkaitan dengan bagaimana jejaring komunikasi kelompok Indonesia timur di Santoso maupun Ali Kalora yang masih dilakukan pengejaran oleh aparat gabungan TNI dan Polri di gunung biru wilayah Poso," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: