Dalam video yang beredar tersebut, menggambarkan sejumlah orang berpakaian seperti anggota polisi di sebuah ruang rumah sakit dan memukuli pasien.
“Itu di Bangkok saat rusuh demontrasi menentang kebijakan Perdana Menteri Thailand,†kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/9).
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menyampaikan, Polri sudah mengetahui pola-pola dan settingan terhadap aksi-aksi besar di Indonesia.
Dalam pola itu, para
buzzer akan melakukan penyebaran video dan narasi
hoax, khususnya penanganan Polri kepada peserta aksi unjuk rasa.
“Itu kita sudah ketahui siapa. Buzzernya kan kelompok 212 dan
@opposite6890 bersama kelompok-kelompoknya. Yang main itu-itu saja sebenarnya,†demikian Dedi.
BERITA TERKAIT: