Dimanja Jokowi

Golkar Diminta Sodorkan Calon Menteri

Selasa, 19 Juli 2016, 08:28 WIB
Dimanja Jokowi
jokowi dan setya novanto:net
rmol news logo Dukungan Partai Golkar kepada pemerintahan Jokowi-JK pasca Munaslub, berbuah manis. Presiden Jokowi meminta partai berlambang pohon beringin itu menyodorkan nama-nama calon menteri untuk duduk di kabinet. Ciee, Golkar lagi dimanjain Jokowi nih...

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono yang menyampaikan informasi Jokowi meminta Golkar menyodorkan calon menteri. Menurutnya, Golkar jauh-jauh hari sudah mengirimkan nama-nama calon menteri kepada Jokowi begitu kepengurusan Golkar baru terbentuk.

"Presiden yang berinisiatif dan meminta nama-nama calon menteri kepada Golkar. Yang merekrut dan punya hak beliau, kami tidak bisa proaktif," ujar Agung di Kantor Media Group, Jalan Pilar Mas Utama, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

Seperti diketahui, Golkar memutuskan mendukung pemerintah dalam Munaslub, di Bali, Mei lalu. Tidak hanya mendukung pemerintah, Golkar bahkan sesumbar siap mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Pada Pilpres 2014, sebenarnya Golkar mendukung calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Nah, siapakah nama-nama calon menteri dari Golkar itu? Agung masih merahasiakan. Dia memastikan, nama-nama yang disiapkan adalah kader terbaik dari golongan usia tua dan muda yang dianggap bisa membantu Presiden membangun bangsa.

"Ada yang senior dan junior. Semua yang dikirim adalah yang terbaik," ungkapnya.

Meski menyerahkan sepenuhnya pemilihan menteri pada reshuffle mendatang, Agung berharap setidaknya Golkar mendapatkan dua kursi menteri di kabinet. "Saya yakin Pak Jokowi yang punya hak prerogatif akan memberikan tempat, mengakomodasi kader Golkar terbaik untuk masuk kabinet," harapnya.

Meski Agung bungkam, jauh sebelumnya telah beredar nama-nama calon menteri yang sedang disiapkan Golkar. Mereka adalah Sekjen Golkar Idrus Marham, Anggota DPR Airlangga Hartarto, Anggota DPR Satya W Yudha, dan politisi senior yang juga bekas Menteri Kelautan dan Perikanan, Syarif T. Sutardjo.

Bagaimana sikap Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif soal reshuffle kabinet? Tak seperti Agung Laksono yang ember, Jokowi justru memilih bungkam.

Namun, bahasa tubuhnya menyiratkan kalau urusan nama-nama calon menteri masih menjadi rahasia. Jokowi tak memberikan penjelasan. Eks Walikota Solo ini hanya tertawa dan terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan soal calon menteri dari Golkar yang dilemparkan wartawan di Istana Merdeka, kemarin.

Jokowi terbatuk-batuk sambil mendekatkan tangan ke mulutnya. Tak lama dia berbalik badan dan meninggalkan wartawan, langsung masuk ke ruang tengah Istana Merdeka. Jokowi terlihat menyimpulkan senyum sebelum meninggalkan wartawan. Senyum dan batuk apa yang diisyaratkan Jokowi? Hanya Allah SWT dan Jokowi yang tahu.

Namun, pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin membaca pernyataan Agung Laksono sebagai bukti Jokowi sudah memanjakan Golkar. Dia menilai tidak heran saat ini Jokowi memilih memanjakan Golkar dengan memberikan kursi menteri. Menurutnya, ada simbiosis mutualisme antara Jokowi dan Golkar dalam urusan kue menteri ini. "Golkar dimanjain Jokowi wajar saja, sama-sama butuh kok," ujar Said kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Said menjelaskan, kepentingan Jokowi adalah meminimalisir gejolak politik di luar kabinet. Jika Golkar di dalam struktur, otomatis akan selaras dengan program pemerintah. Tidak hanya itu, aksi Jokowi memanjakan Golkar bisa untuk investasi politik 2019, jika PDIP tidak lagi mendukungnya.

"Apabila PDIP tidak berkeinginan mencalonkan Jokowi di Pilpres 2019, Jokowi sudah punya sekoci besar bernama Partai Golkar," katanya.

Sementara Golkar, lanjut dia, tidak ragu menyatakan mendukung pemerintah pasca Munaslub, bahkan siap mendukung Jokowi nyapres di 2019 adalah upaya pengamanan Golkar agar tidak kembali terbelah. Seperti diketahui, Golkar pernah terbelah antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie.

Kemudian, Golkar bergabung kepada pemerintah sebagai strategi menghadapi Pemilu 2019. Sudah jadi hal umum, partai-partai yang masuk ke dalam kabinet cenderung diuntungkan saat Pemilu. Said mencontohkan, jika Golkar meraih kursi Kementerian Desa, masyarakat pedesaan sangat mungkin tergiring untuk memilih partai sang menteri. Atau kementerian pekerjaan umum, bisa jadi para pengusaha turut memberikan amunisi saat kampanye kepada partai sang menteri.

Sebelumnya, Sekjen Golkar Idrus Marham menyampaikan, partainya mendukung pemerintah tanpa syarat atau tawar menawar. Menurut dia, dalam tiga atau empat kali pengurus Golkar bertemu Presiden tidak membicarakan jatah kursi menteri.

Menurut dia, Golkar mendukung pemerintah murni karena ada kesamaan visi dan misi dalam membangun negara. "Kami tidak bicara kursi dan tawar menawar," ujar Idrus beberapa waktu lalu.

Idrus menegaskan, yang Golkar harapkan adalah perombakan kabinet bisa meningkatkan efektivitas dan produktivitas pemerintahan. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA