"Almuzammil kembali menjadikan PKS partai kecil yang eksklusif. Ini adalah tindakan mengisolir PKS dari habitatnya di tengah bangsa Indonesia yang besar ini," kata aktivis PKS, Bambang Prayitno, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 23/6).
"Sebab jika Fahri Hamzah saja ternyata dianggap unsur pemecah dan perusak soliditas, padahal deklarator dan kader lama, lalu bagaimana dengan orang baru yang ingin masuk partai ini?. Apakah partai ini memang tidak punya tempat bagi orang baru yang datang dengan latarnya yang beragam?. Apakah artinya PKS ini memang tidak siap menerima kenyataan bangsa yang beragam?" sambung Bambang dengan nada menggugat.
Menurut Bambang, pernyataan Muzammil ini patut curigai, sebab telah membuka kelemahan dalam pimpinan PKS sekarang yang rupanya tidak siap memimpin kemajemukan bangsa Indonesia. Hal ini patut disayangkan sebagai langkah mundur yang tidak saja akan merugikan PKS karena akan kehilangan pendukung tetapi juga demokrasi Indonesia.
"Trend kepemimpinan tertutup dan Partai tertutup tidak akan mendapat tempat dalam demokrasi kita kedepan," ungkap Bambang.
Bambang mendesak PKS melakukan evaluasi menyeluruh atas kepribadian beberapa petinggi; cara berpikir, keluasan memandang masalah, dan karakter kenegarawanannya yang mengkerdil akhir-akhir ini.
"Karena itu mempengaruhi arah kerja, cara bergaul dan berhubungan, cara berkomunikasi, serta cara partai memandang persoalan di tengah-tengah kemajemukan, keragaman dan kebesaran bangsa kita," demikian Bambang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: