Menurut Sang Inisiator, ziarah ke makam dua kiai terkemuka itu dilakukan sebagai upaya meminta keberkahan kepada Allah agar acara khataman Al-Quran serentak sebanyak 300 ribu khataman dapat terlaksana tanpa ada halangan yang dapat menggagalkannya.
"Apalagi khataman Al-Quran dilakukan untuk mendoakan bangsa ini dari bahaya. Dengan Al-Quran kehidupan berbangsa dan benegara dapat berjalan baik," kata Muhaimin.
Selain berziarah ke makam ulama, Ketua Umum PKB itu dan rombongan juga bersilaturahmi ke kediaman ulama ternama di Kabupaten Jember KH Muzakki Syah, di Gebang, Jember. Pertemuan yang berlangsung khitmad itu dimanfaatkan Muhaimin untuk menceritakan dari mana Gerakan Nusantara Mengaji itu muncul.
"Nusantara Mengaji merupakan amanah yang diberikan para kiai kepada dirinya. Kemudian ide itu berkembang menjadi gerakan yang massif," katanya.
Mendengar cerita Muhaimin, KH Muzakki Syah pun manggut-manggut dan tersenyum. Dia berpesan agar gerakan ini terus dibesarkan untuk menciptakan para ahlil Quran.
"Kita tentu tidak ingin bangsa ini kehilangan ulama dan para ahlil kitab. Gerakan ini patut mendapat dukungan semua pihak agar kita tidak kehilangan ulama dan ahlil kitab," katanya.
Hadir dalam silaturahmi tersebut Koordinator Nasional (Kornas) Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid; Sekretaris Koordinator Nasional (Seknas) Nusantara Mengaji, Hasanuddin Wahid; penasehat Nusantara Mengaji, KH M. Ahsin Sakho; Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding; dan artis yang juga politisi PKB, Tommy Kurniawan.
[rus]