Cak Imin Doakan Peserta Lomba Baca Kitab Gundul Bisa Ikuti Jejak Ulama NU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 14 April 2016, 02:54 WIB
Cak Imin Doakan Peserta Lomba Baca Kitab Gundul Bisa Ikuti Jejak Ulama NU
muhaimin iskandar/net
rmol news logo . Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar resmi menutup acara Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) atau perlombaan pembacaan kitab kuning/gundul yang sebelumnya diikuti oleh 1.500 santri dari seluruh pesantren se Indonesia.

Dalam sambutannya, cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, mendoakan semua finalis yang berjumlah 12 orang dan seluruh peserta bisa mengikuti jejak para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang dijabarkan kitab kuning dalam kehidupan masyarakat.

"Semoga finalis dan semua peserta dari awal bisa terus mengkaji kitab kuning dan bisa menjadi kiai-kiai NU, penerus ulama NU," kata dia di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu malam (13/4).

Cak Imin berharap acara seperti ini tetap bisa dilakukan setiap tahun. Sebab menurutnya, dengan mengaji kitab kuning sama saja menyebarkan Islam Nusantara yakni Islam yang berkebangsaan.

"Dengan adanya perlombaan pembacaan Kitab Kuning ini, Alhamdulillah seluruh pesantren se Indonesia kita sowan. Terimakasih Pak Cucun, kepada semua panitia.," ujar Cak Imin.
‎
‎Sementar itu, penanggung jawab acara MKK Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan serupa. Hal tersebut ditujukan, agar para santri di pesantren-pesantren bisa terus terpacu belajar membaca dan memahami kitab kuning.

‎"Kebetulan momen hari Santri Nasional sudah ada Kepresnya tanggal 22 Oktober dan itu jadi momen yang tepat jadi penyelenggaraan MKK agar santri lebih semangat belaljar soal kitab ini. Agar mereka tak slah mengerti konsep-konse yang pakai bahasa Arab ini," ucap Cucun.

Sekretaris Fraksi PKB di DPR ini juga berharap, para santri dengan belajar kitab kuning, ke depannya‎ memiliki pemikiran yang lebih luas mengenai kemanusiaan dan ke Indonesiaan.

"Santri akan punya pemikiran moderat, tasamuh dan tawazun melihat konsep agama tidak sempit," harap Cucun.

Selain itu, Cucun yang juga anggota Komisi IV DPR ini bercita-cita untuk penyelenggaraan MKK berikutnya bisa memberikan apresiasi atau hadiah kepada para pemenang bisa lebih baik lagi dari sekarang.

"Kita baru mampu seperti ini. Belajar kitab kuning ini berat, kita sangat menghargai keilmuan merekan," demikian Cucun.

Untuk diketahui, hadiah bagi juara I mendapatkan biaya pendidikan Rp 10 juta, umroh + ziarah ke makam Imam Al Ghazali di Iran. Hadiah juara II Rp 20 juta, hadiah juara III Rp 15 juta, dan hadiah juara harapan masing-masing mendapatkan biaya pendidikan sebesar Rp 5 juta. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA