Pihak berwenang mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyisiran di kawasan Schaerbeek di utara dan Jette di barat serta di pusat Brussels.
Serangan di kota tempat Uni Eropa dan NATO itu berkantor dianggap sebagai serangan yang sangat serius, dan membuat negara-negara Eropa khususnya anggota NATO meningkatkan standar pengamanan dan kewaspadaan.
Kelompok ISIS yang mengklaim berada di balik pengeboman Brussels, menyerang Prancis pada November 2015. Tak kurang dari 130 orang tewas dalam serangan itu.
Di saat bersamaan dengan penangkapan enam orang teroris di Brussels, pihak keamanan Prancis juga menangkap seorang warganegara Prancis yang diduga bagian dari jaringan teroris.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, mengatakan bahwa pria yang mereka tangkap itu memilliki keterlibatan dalam level tinggi.
Sementara itu, pagi hari dua menteri Belgia mengirimkan surat pengunduran diri. Keduanya, Menteri Dalam Negeri Jan Jambon dan Menteri Kehakiman Koen Geens, merasa gagal dalam menjalankan tugas mencegah serangan teroris di Belgia.
Mereka telah mengirimkan surat pengunduran diri ke Perdana Menteri Charles Michel.
Namun pengunduran diri itu ditolak Perdana Menteri.
"Dalam masa perang, Anda tidak bisa meninggalkan medan tempur," ujar Jambon, mengutip pernyataan Michel.
[dem]
BERITA TERKAIT: