Menpar Arief Yahya Sabet Men’s Obsession Award 2016

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 03 Maret 2016, 18:37 WIB
Menpar Arief Yahya Sabet Men’s Obsession Award 2016
rmol news logo Menteri Pariwisata Arief Yahya menyabet gelar Men’s Obsession Award 2016 sebagai Best Individual Achievers dalam kategori Ministers yang digagas Media Grup.

"Terima kasih atas kepercayaan ini," kata Arief Yahya, setelah menerima piala di Bali Room, Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (2/3).

‎Arief mengatakan penghargaan ini adalah apresiasi terhadap seluruh tim di Kementerian Pariwisata yang saat ini sedang menjalani proses transformasi, dari yang sangat PNS, menjadi para professional. Tahun lalu, Arief Yahya diganjar gelar serupa dalam kategori menteri yang memiliki program paling jelas, sasaran paling jelas, dan implementasi paling konsisten dalam 100 Hari Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Saya sedang membangun budaya kerja atau corporate culture dengan tagline WIN-Way, Wonderful Indonesia Way! Tiga S, solid, speed, dan smart, di lingkungan Kemenpar. Capaian 2016 ini masih jauh dari yang kami impikan, award ini akan menaikkan convidence level kami. Kawan-kawan jadi lebih pede," ulas Arief Yahya.

Dia menjelaskan tiga capaian prestasi sepanjang 2015, yakni bidang pemasaran, pengembangan destinasi, dan deregulasi atau kelembagaan.‎ Di sektor pemasaran, dia berhasil menaikkan jumlah wisman hingga 10,3%, menjadi 10,4 juta, dari tahun sebelumnya 9,4 juta dan menghasilkan devisa wisman11,6 miliar dolar AS. Sedangkan untuk wisatawan nusantara sebanyak 255 juta atau 100 persen.

Terkait pengembangan destinasi ada tiga poin yang berhasil diraih. Arief sukses mengembangkan Top 10 Destinasi Prioritas. Lalu Pembentukan Badan Otorita Pariwisata dan proses pembentukan KEK Pariwisata baru.

"Lalu Peningkatan Competitiveness Index dari WEF, dan membangun Indonesia Incorporated,' jelasnya.

Sedangkan dari sisi regulasi dan kelembagaan, lanjut Menpar Arief, ada kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), terobosan regulasi perahu pesiar atau yacht dengan pencabutan CAIT, dan terobosan regulasi kapal pesiar atau cruise terkait dengan asas Cabotage.

"Jadi baik dari sisi pemasaran, pengembangan destinasi, dan deregulasi, semua tercapai setahun ini," katanya.[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA