Kemarin, Presiden Jokowi mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membahas kemungkinan pencabutan sanksi PSSI di Kantor Kepresidenan, Jakarta. Hadir dalam pertemuan Wapres Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Komite
Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar.
Agum yang datang belakangan membocorkan isi pertemuan yang digelar sekitar pukul 17.30 Wib itu. "Bahas PSSI," kata Agum, yang bergegas masuk Kantor Kepresidenan menumpang mobil golf. Tak sampai sejam, Agum terlihat kembali di pintu gerbang Istana. Apa hasil pertemuannya? Agum bilang ada kabar baik untuk sepakbola kita.
"PSSI akan diaktifkan kembali," katanya, sumringah. Dia bilang, pemerintah mau menerima persyaratan yang diajukan FIFA untuk mengakhiri terhadap PSSI, yaitu pemerintah bersedia masuk dalam tim
ad hoc.
Seperti diketahui, sejak 17 April 2015 Kemenpora membekukan PSSI dengan tidak mengakui segala aktivitas keolahragaan PSSI. Akibat sanksi itu, tak hanya Liga Super Indonesia yang mati. FIFA menganggap pemerintah campur tangan dan kemudian menjatuhkan sanksi dengan mem-banned Indonesia dalam berbagai event yang dihelat FIFA.
Setelah proses panjang, FIFA akhirnya mau turun tangan menengahi kisruh antara PSSI dengan pemerintah dengan membentuk tim
ad-hoc yang diketuai Agum Gumelar. Agum bolak-balik menggelar pertemuan dengan FIFA dan pemerintah. Terakhir, pekan lalu Agum menemui JK dan Menpora membicarakan status pembekuan PSSI setelah Komite
Ad-Hoc menyambangi AFC di Kuala Lumpur. Hasilnya, kata Agum, FIFA akan otomatis mencabut sanksi, jika SK pembekuan PSSI dicabut oleh Menpora. "Saya sudah laporkan ke FIFA, maka langkah selanjutnya tinggal menunggu SK pembekuan itu dicabut," kata Agum.
Jubir Presiden, Johan Budi SP mengatakan Menpora diberi waktu sehari untuk melakukan kajian ini. Kata Johan, Presiden tak ingin sanksi berlarut-larut apalagi menjelang pagelaran SEA Games dan ASEAN Games. Selain itu surat pembekuan PSSI pun masih digugat di Mahkamah Agung (MA). "Jumat hasilnya akan dilaporkan kembali ke Presiden," kata Johan.
Imam mengatakan pihaknya akan mengkaji instruksi ini dari semua sisi. Ia mengaku tidak ingin sanksi dari FIFA untuk Indonesia terus berlanjut. Karena itu, pihaknya bersedia mencabut sanksi pembekuan PSSI dengan sejumlah syarat. Antara lain, PSSI bersedia menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu dekat dan menjadi organisasi yang lebih terbuka.
"Presiden bilang harus ada akuntabilitas, laporan riil pada masyarakat, sehingga mereka tidak hanya disuguhkan hiburan. Namun, menyadarkan bahwa ini industri besar," ujarnya. Bagaimana nasib PSSI, Imam bilang akan dilaporkan secara resmi dalam satu dua hari ke depan.
Jubir Kemenpora Gatot S Dewa Broto merinci sanksi akan dicabut jika PSSI mau menggelar KLB lebih cepat. "KLB yang sebelumnya disepakati satu tahun, diminta dipercepat menjadi enam bulan. Ini dilakukan semata-mata demi kepentingan sepak bola yang lebih baik, terutama menghadapi dua event akbar yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah," ujarnya.
Agum Gumelar mengatakan KLB bisa digelar jika tetap mengikuti statuta FIFA. Dalam statuta disebutkan, KLB hanya bisa dilakukan apabila diminta anggota dan disetujui komite eksekutif. Selain itu, juga harus disupervisi FIFA-AFC.
"Selama itu bisa terpenuhi artinya dalam jalur sistem, maka KLB sah saja. KLB setiap saat bisa dilakukan kalau memenuhi persyaratan," pungkasnya.
Ketua umum PSSI La Nyalla Mattalitti menyambut baik kabar ini. "Alhamdulillah. Saya atas nama keluarga besar masyarakat sepak bola Indonesia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan Bapak Presiden atas pencabutan SK pembekuan ini," kata La Nyalla dalam rilis resminya.
Kendati sudah dicabut, La Nyalla berharap masyarakat bisa mengawasi kinerja PSSI. Karena, sepak bola Indonesia bisa berkembang dengan kerja seluruh elemen.
"Kami mohon dukungan dan bimbingan Bapak Presiden agar sepak bola Indonesia maju sesuai harapan bangsa," ujarnya. Di jagat Twitter, kabar ini bikin heboh pecinta sepak bola. Akun-akun suporter me-retweet berita-berita terkait pencabutan sanksi PSSI tersebut. Tweeps umumnya senang dan berharap ada hasil positif dari pencabutan sanksi ini. "Alhamdulillah, semoga ini adalah titik balik kemajuan sepakbola Indonesia," ujar @FansyuriB. ***
BERITA TERKAIT: