
. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, beserta rombongan menyambangi sejumlah stan pameran milik pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Stand tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2016 yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan Lombok City Center, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/2).
Nampak Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Muhammad Zainul Majdi, Kadispenal Laksamana Pertama Zainudin, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)Margiono dan Ketua Pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) Teguh Santosa ikut menemani Rudi melihat-lihat barang yang didagangkan.
Stan pertama yang dikunjungi adalah milik Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Utara. Disana Rudi beserta rombongan melihat pembuatan kain tenun motif Anteng. Sebelum meninggalkan lokasi, baik Rudi, Zainul dan Margiono disematkan selendang motif Anteng.
Selanjutnya rombongan berkunjung ke stan pemerintah kabupaten Lombok Tengah. Di stan itu, ketiganya juga disematkan kain tenun Rang-rang. Kain tenun yang khusus diberi untuk tamu dan pejabat.
Kunjungan dilanjutkan, ke stan pemerintah Kota (Pemkot) Bima yang tak jauh dari dua stan sebelumnya. Di stan tersebut Rudi dan Zainul menulis harapan bagi masyarakat NTB di pohon harapan yang dibuat Pemkot Bima bagi setiap pengunjung.
Rudi menuliskan 'Pers Untuk Masyarakat', sementara Zainun menuliskan, 'Masyarakat NTB Tambah Sejahtera dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi'.
Tak berhenti di Pemkot Bima, rombongan berjalan menuju Pemkot Mataram. Di stan ibukota NTB itu, Rudi dan Zainun mencoba keahlian dalam bermain catur.
Mereka melawan Alip Tunjang Teguh, pria penyandang disabilitas tuna netra berumur 18 tahun itu piawai dalam meletakkan bidak-bidak catur. Meski pertandingan tak selesai, baik Alip maupun Rudi menikmati pertandingan. Keduanya saling bertukar cerita.
Rudi sempat meminta Alip untuk menuliskan pesan bagi teman-teman Alip di SLB Selagala.
Mantan Wakil Direktur PLN itu berpesan 'Masyarakat lombok barat, lebih sejahtera dengan pariwisata'. Pesan tersebut ditulis menggunakan Riglet dengan pen berujung tajam.
Alip juga menitip harapan agar teman-teman disabilitas seluruh Indonesia bisa ikut serta membangun pariwisata.
"Saya harap di tempat pariwisata fasilitas untuk kita seperti tempat panti pijat tuna netra, sekarang disini sudah mulai, disini tempat (pariwisata) sudah ada untuk tuna netra," tutup Alip.
ysa
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: