"Sutiyoso akan lebih terhormat jika mengundurkan diri karena memang sudah terbukti gagal menjalankan tugas sebagai kepala BIN," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, Jumat (15/1).
Berlatar belakang militer, menurut dia, Sutiyoso harusnya tidak kalah ksatria daripada Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono yang mundur sebagai bentuk tanggungjawab atas kemacetan panjang yang terjadi saat liburan akhir tahun.
"Gagal mengatasi macet saja pejabatnya berani mengundurkan diri. Apalagi ini, gagal mengatasi teror hingga memakan korban," kata Jajat menyindir.
Jajat menilai, teror di kawasan Sarinah mencoreng muka pemerintahan Jokowi. Jika Jokowi tegas harusnya segera mengganti pejabat yang teledor dengan tugasnya. Apapun ceritanya, kegagalan mengatasi teror apalagi menimbulkan korban tentu tidak dapat ditoleransi.
"Jokowi pernah mengatakan akan mengganti pejabat yang kinerjanya lamban. Adanya aksi teror jelas merupakan kegagalan nyata. Saat ini publik menunggu ketegasan Jokowi sebagai kepala pemerintahan, apakah akan mengistimewakan Sutiyoso atau menggantinya dengan orang yang lebih mumpuni?" tutup Jajat.
[dem]
BERITA TERKAIT: