Menurut Dolorosa, karikatur tersebut dipilih dewan juri karena menggambarkan kritik tajam terhadap kepedulian pemerintah terhadap kaum perempuan, utamanya yang menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri.
"Harkat mereka dan pencapaian prestasinya kurang dihargai karena cukup bercita-cita menjadi TKW,†terang dia dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi, Selasa (12/1).
Karlina juga mengatakan hal senada. Menurut dia, gambar ini menunjukkan fenomena yang menyedihkan, bahwa kaum muda khususnya perempuan tersebut cukup gembira dan bernyanyi untuk berangkat ke luar negeri sebagai tenaga kerja, sementara profil Kartini menatap ke arah kiri menggambarkan masa depan yang dicita-citakannya.
"Dan sosok pria yang menatap bingung terhadap keadaan tersebut,†sambungnya.
Gatot yang pernah meraih Anugerah Adinegoro kategori Karikatur pada tahun 2010 menegaskan bahwa dari sisi goresan dan komposisi karikatur tersebut cukup bagus karena karikaturisnya bukan orang baru, dan membawa pesan yang kuat.
"Para TKW digambarkan pergi dengan riang, padahal seringkali mereka pulang dengan penderitaan, mengalami perkosaan bahkan ada yang pulang dalam peti jenazah,†tambahnya.
Kategori karikatur kali ini diikuti 82 karya dari 13 media, mengangkat tema beragam seperti kritik terhadap DPR, ketimpangan hukum, kasus Freeportâ€, musibah yang dialami Salim Kancil, juga tentang bencana kabut asap.
Sementara itu, tim juri untuk kategori jurnalistik foto yaitu Oscar Motuloh dan Enny Nuraheni memilih karya foto "Tinjau Titik Api" karya Abriansyah Liberto dari Tribun Sumsel (Sumatera Selatan) sebagai peraih Adinegoro 2015.
Karya Abriansyah itu adalah foto yang menampilkan sosok Presiden RI Joko Widodo sedang memeriksa lokasi kebakaran hutan, yaitu bencana yang pada tahun lalu menjadi topik berita selama berbulan-bulan. Karya Abriansyah itu unggul di antara 172 karya foto yang masuk, yang dikirimkan oleh para pewarta dari 25 media dengan obyek foto yang beragam yaitu berita politik, hukum, olahraga, lingkungan, pendidikan dan lain sebagainya.
Para pemenang Anugerah Adinegoro akan mendapat hadiah berupa tropi, piagam dan uang tunai sebesar Rp50 juta, yang akan disampaikan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Mataram, Lombok pada 9 Februari. Penjurian untuk enam kategori lain yaitu berita berkedalaman, tajuk rencana, jurnalistik televisi, jurnalistik radio masih berlangsung hingga pekan depan, demikian pula dua kategori anugerah jurnalistik inovasi untuk kategori siber dan infotainmen.
[sam]
BERITA TERKAIT: