‎"Menteri yang menurut publik paling perlu dipertimbangkan Presiden untuk direshuffle adalah Darmin Nasution, Puan Maharani, Rini Soemarno, Luhut Panjaitan, Ignasius Jonan dan Imam Nachrowi," ‎kata Jurubicara KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam keterangannya kepada redaksi (Senin, 11/1).‎‎
‎Survei dilakukan melalui telepon kepada 1200 responden dari seluruh Indonesia pada 2 hingga 6 Januari 2016. Menurut Hendri, nama-nama menteri tersebut menurut publik paling tinggi untuk dipertimbangkan reshuffle.
‎‎Sementara untuk papan tengah, menteri yang layak dipertimbangkan dicopot adalah Rizal Ramli, Siti Nurbaya, Yasonna Laoly, Sudirman Said, Hanif Dhakiri, Basuki Hadimuljono, Pratikno, Nila Moeloek.
‎‎"Kemudian menyusul Anies Baswedan, Retno Marsudi, Ryamizard Ryacudu, Amran Sulaiman, Marwan Jafar, Muhammad Nasir, dan AGN Puspayoga," tambah Hendri.
‎Dari hasil survei juga terpotret nama-nama menteri yang menurut publik paling kecil untuk dipertimbangkan Jokowi direshuffle. ‎Di kelas ini, mereka adalah Thomas Lembong, Susi Pudjiastuti, Lukman Hakim, Rudiantara, Sofyan Djalil, Yuddy Chrisnandi, Bambang Brodjonegoro, Saleh Husin, Arief Yahya, Yohanna Yembise, Khofifah Indarparawangsa, Tjahjo Kumolo, dan Pramono Anung. ‎
‎Meski demikian, katanya, secara umum tren persepsi publik terkait perlunya reshuffle Kabinet Kerja mengalami penurunan.
"Persepsi tentang perlunya reshuffle kabinet, 50,3% responden menganggap perlu, 32,9% tidak perlu, sisanya tidak menjawab/tidak tahu. D‎esakan perlunya reshuffle mengalami penurunan. Survei yang dilakukan KedaiKOPI pada Oktober 2015 menunjukkan 55,8% responden menganggap reshuffle perlu dilakukan Jokowi, sementara 37,5% menganggap tidak perlu," kata Hendri.‎
‎"Penurunan tingkat urgensi reshuffle kabinet saat ini diperkirakan terkait meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja kabinet Jokowi. 52% responden menyatakan puas dengan pemerintahan Jokowi-JK, hanya 45,9% menyatakan tidak puas," ungkap Hendri.‎
[dem]
BERITA TERKAIT: