Atas dasar budaya ini, empat mahasiswi dari Jurusan Komunikasi, Nanyang Technological University (NTU) Singapura memfilmkan salah budaya masyarakat Aceh.
Implementasi budaya memuliakan tamu ini, terlihat dari bagaimana masyarakat Aceh menyambut kedatangan para pengungsi etnis Rohingya yang terdampar di pantai Aceh Utara dari Negara Burma tengah tahun lalu.
Ketika itu, banyak negara justru menghalau para pengungsi ini agar tak mendarat di negara mereka.
Keempat mahasiswi asal Singapura ini, Chiewy, Jade, Clarissa dan Aileen mengakui tingkat kepedulian dan rasa sosial masyarakat Aceh sangat tinggi. Masyarakat Aceh menerima pengungsi dengan penuh rasa kekeluargaan, menyambut, memberikan bantuan dan menerima mereka layaknya tamu.
"Para pengungsi begitu dimuliakan," kata Chiewy, saat bekunjung ke Integrated Community Shelter/ICS yang dibangun dan dikelola Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara
. [ysa]