Klaim Kemenangan Golkar Dalam Pilkada Serentak Keliru!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 12 Desember 2015, 23:42 WIB
Klaim Kemenangan Golkar Dalam Pilkada Serentak Keliru<i>!</i>
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo . Dalam Pilkada Serentak Tahap I Tahun 2015, Partai Golkar dari kedua kubu, baik Bali dan Ancol, hanya bisa mengusung 116 Pasangan Calon (paslon) dari 269 daerah. Jumlah pilkada ini berdasarkan data KPU yang di rilis oleh JPPR.

Karena itu, kata Wakil Sekjend DPP Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab, klaim yang disampaikan oleh Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, sangat keliru dan tidak berbanding lurus dengan data KPU yang di relisi oleh JPPR yang menyatakan Partai Golkar dari kedua kubu hanya bisa mencalonkan 116 Paslon dari total 269 daerah yang melaksanakan Pemilukada Tahap I Tahun 2015.

"Bagaimana rumus dan hitungan kemanangan itu bisa 52 persen atau sama dengan 135, Partai Golkar hanya mengusung 116 Paslon, terus darimana muncul angkat itu?," kata Sirajuddin kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 12/12).

Sirajuddin pun meminta Aburizal Bakrie membohongi diri sendiri, dan apalagi kita membodohi rakyat, kader simpatisan Partai Golkar dengan klaim-klaim kemenangan yang nol Besar itu. Contoh yang sederhananya saja dalam Pemilukada di beberapa daerah Golkar kalah telak,

"Seperti di Sulawesi Selatan, dari 11 Pemilukada Golkar hanya menang 1 daerah, Maluku Utara dari 8 Pemilukada Golkar kalah total, Jateng dari 21 Pemilukasa Golkar hanya menang 7 Daerah, NTB dari 7 Pemilukada Golkar hanya menang 3 daerah, menyusul daerah-daerah lain yang mengalami kekalahan yang tidak jauh beebeda dengan daerah tersebut," ungkap Sirajuddin.[ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA