Pencatutan tersebut diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam pertemuan dengan Bos Freeport dan pengusaha Rizal Chalid.
"Saya mendapatkan rekaman dari pemberi informasi yaitu Pak Maroef Sjamsoeddin," ungkap Sudirman dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Rabu (2/12).
Pertemuan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Rekaman yang diterima Sudirman merupakan rekaman dalam pertemuan ketiga.
Dia juga mengaku alasan pelaporan ini dilakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan Indonesia sehingga tidak perlu berkomunikasi dengan para pihak yang disebutkan termasuk Menkopolhukam Luhut Panjaitan.
"Kami merasa pemimpin saya adalah Presiden sehingga saya harus berkoordinasi dengan pemimpin saya," tuturnya
Selain itu, jika mendengar rekaman tersebut, menurut Sudirman, ada suasana di mana seolah Setya Novanto bisa mengatur banyak hal yang bukan urusannya.
[zul]
BERITA TERKAIT: