
Komunitas Canirunners dari Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) menyelenggarakan lomba lari ekstrim keliling  Jakarta dengan menempuh jarak 64 km dalam waktu 12 jam.‎ Kenapa harus 64 km?
‎"Memang ada pertanyaan mengapa 64 km jarak tempuh ekstrim ini. 64  adalah nomor favorit Kanisians dan terkait dengan nomor di mana sekolah kami berada. Kolese Kanisius terletak di Jalan Menteng nomor 64. Oleh karenanya, jarak yang ditempuh 64 km," kata ‎Ketua ‎PAKKJ, ‎Juanito Tiwow kepada media di SMA Kanisius Jakarta, Jumat (27/11).‎‎
Lebih dari 400 orang sudah mendaftar sebagai peserta lomba lari yang ‎diadakan untuk mengumpulkan dana pendidikan Sekolah Kejuruan Industri Perkayuan PIKA , Semarang, itu.‎ Ia menjelaskan, acara ini dimungkinkan karena semasa dalam pendidikan, para murid diajarkan untuk bela rasa dan bertanggung jawab bersama. Sehingga ketika ada salah satu lembaga pendidikan Jesuit membutuhkan uluran tangan, kerjasama dan saling mendukung merupakan kewajiban bersama.
"Lari Ekstrim 64 km ini tidak mungkin diadakan tanpa bantuan dari para alumni sekolah Jesuit," kata Juanito yang memberikan penjelasan pers bersama ‎Ketua Panitia Marathon Ekstrim Canirunners, Glenn Sebastian‎ dan Pastor Teguh Santosa SJ, Direktur Sekolah Kejuruan Industri Perkayuan PIKA, Semarang‎.
‎‎Dijelaskan lebih lanjut, di bawah PAKKJ ada beberapa kelompok komunitas salah satunya Canirunners yang hobinya memang berlari dan terbentuk tahun 2011. Lari masal yang sukses diadakan Canirunners adalah  Jakarta Marathon pada Oktober 2013. Kesuksesan acara itu didukung oleh kelompok-kelompok komunitas PAKKJ lainnya seperti tenaga medis, fotografer dan lainya-lainnya.
"‎Hingga kini terdaftar 150 pelari aktif yang menjadi anggota Canirunners," jelas Juanito.‎
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: