Pembubaran paksa dilakukan karena waktu untuk menyampaikan aspirasi telah usai.
Terpantau di lapangan, gas air mata terus ditembakan ke arah kerumunan buruh. Sejumlah orang yang dianggap provokator dipukuli dan ditangkap.
Mobil komando tak luput dari sasaran pembubaran aksi ini. Polisi menarik turun kordinator buruh yang ada di atas mobil komando. Kaca mobil komando pecah dipukul dengan tongkat oleh polisi.
Buruh menolak membubarkan diri karena tuntan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah. Para buruh menuntut PP Pengupahan dibatalkan karena bagi mereka sangat merugikan.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: