Memaknai Hijrah Sebagai Spirit Bangun Desa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 15 Oktober 2015, 04:55 WIB
Memaknai Hijrah Sebagai Spirit Bangun Desa
rmol news logo Peringatan tahun baru 1437 Hijriah harus menjadi momen historis penuh makna dan inspirasi bagi umat Islam.

Dalam konteks pembangunan desa, spirit Hijrah sangat diperlukan agar pembangunan desa benar-benar mampu mewujudkan desa Indonesia yang mandiri, kuat, maju dan sejahtera lahir batin.

Begitu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinnggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Rabu (14/10).

Jika Hijrah kita maknai sebagai perpindahan, perubahan, menurut Marwan, memang sudah saatnya kita ber-hijrah, meninggalkan mindset lama yang menempatkan desa hanya sebagai obyek pembangunan tanpa keterlibatan yang layak dalam prosesnya.

"Ber-hijrah, menuju mindset baru yang menghargai desa secara layak sebagai subyek, sebagai pelaku utama dalam pembangunan desa, yang memiliki wewenang penuh dalam seluruh proses pembangunan desa," ujarnya.

Namun, imbuh Marwan, yang perlu ber-hijrah bukan hanya mindset terhadap desa, tetapi juga desa” itu sendiri juga perlu melakukan perpindahan, perubahan diri ke arah yang lebih baik. "Pola pikir dan perilaku lama yang kurang baik harus ditinggalkan, ber-hijrah kepada pola pikir dan perilaku yang lebih amanah dan bertanggung jawab," paparnya.

Di hari peringatan 1 Muharram sebagai tahun baru Hijriah tersebut, menurut Marwan penting ditekankan terkait perubahan maindset kepada hal yang baru yang lebih baik.

"Karena sekarang ini desa mengelola langsung dana desa yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah. Seluruh elemen desa, termasuk perangkat desa, harus ber-hijrah dengan mengamalkan moralitas dan tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan dan akuntabel," imbuhnya.

Untuk itu momentum Hijrah kali ini hendaknya dijadikan media untuk perenungan dan evaluasi, mendata secara mendetail apa yang cukup dan apa yang kurang, apa yang perlu dilanjutkan dan apa yang perlu dibenahi dan disempurnakan.

"Maka inilah perjalanan Hijrah kita, menempuh upaya mewujudkan desa Indonesia yang mandiri, kuat, maju dan sejahtera. Desa yang layak menyandang prediket mulia Desa Membangun Indonesia"," tutupnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA