Din Syamsuddin dipilih mewakili Islam, dalam kapasitas sebagai Co-President of Religions for Peace dan kala itu sebagai Ketua Umum Muhammadiyah.
SDSN dibentuk Sekjen PBB untuk membantu memberi solusi terhadap penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs yang merupakan pelanjut atau pengganti MDGs akan disahkan Sidang Umum PBB yang berlangsung 25-27 September 2015. SDSN terdiri dari seratusan tokoh berbagai bidang: mantan pejabat, akademisi, pengusaha, profesional, dan tokoh agama.
Selain Din, termasuk anggota SDSN dari Indonesia mantan Menlu Hasan Wirayuda, mantan Menparkerap Mari Elka Pangestu. Sementara Cherie Nursalim dipilih mewakili sebuah LSM di Singapura.
Ada sejumlah kelompok tematis sesuai dengan 17 Agenda SDGs, seperti kemiskinan, buta aksara, pengangguran, keadilan gender, atau kerusakan lingkungan, dan lain-lain.
Kalangan agamawan dituntut perannya utk memberi perspektif etika bagi penerapan agenda tersebut. Din merasa mendapat kehormatan dan bergembira dapat bergabung dgn organisasi dunia ini, dan akan memberikan pikiran terbaik bagi pembangunan dan kemanusiaan.
Pada SU PBB yg akan mengesahkan SDGs hadir seratusan kepala negara dan pemerintahan. Indonesia diwakili oleh Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.
[dem]
BERITA TERKAIT: