Tragedi ini dinilai sebagai yang terbesar dalam 25 tahun terakhir penyelenggaraan haji. Sebelum itu, di tahun 1990 kepanikan dan saling desak-desakan di kalangan jemaah haji menewaskan tak kurang dari 1.400 jemaah.
Jumlah korban dalam tragedi kali ini diperkirakan akan terus bertambah.
"Perlu ditingkatkan organisasi dan manajemen (pasca bencana)," ujar Raja Salman.
Pemerintah Saudi telah membentuk sebuah komite khusus untuk menginvestigasi tragedi ini.
Menurut Menteri Kesehatan Saudi, Khaled al-Falih, kepanikan jemaah haji terjadi karena banyak jemaah yang tidak mengikuti jadwal melempar jumrah yang telah dibuat oleh penyelenggara.
Sementara pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meminta pemerintah Saudi bertanggung jawab. Sebanyak 95 jemaah Iran diperkirakan tewas dalam kejadian ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: