Ternyata Lebih Banyak Orang Mati Akibat Selfie Dibandingkan karena Dimakan Ikan Hiu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 25 September 2015, 03:41 WIB
Ternyata Lebih Banyak Orang Mati Akibat Selfie Dibandingkan karena Dimakan Ikan Hiu
ilustrasi/net
rmol news logo . Ternyata, tahun ini, lebih banyak orang meninggal dunia akibat mengambil gambar selfie dibandingkan mereka yang tewas akibat dimakan ikan hiu.

Data Mashable menyebutkan, sebanyak 12 orang diketahui meninggal gara-gara selfie. Mereka tewas mengenaskan karena terjatuh atau ditabrak kendaraan yang sedang melintas ketika mereka mengambil gambar selfie.

"Namun melalui data itu, yang diperoleh dari informasi dari seluruh dunia, hanya delapan orang tewas akibat diserang hiu," menurut data tersebut seperti dilaporkan portal Mail Online.

Ahli mengatakan, sebagaimana dilansir JPNN, peningkatan tingkat kematian akibat selfie adalah bersumber dari sikap manusia itu sendiri yang secara sukarela menempatkan diri mereka dalam situasi berbahaya, semata-mata ingin menarik perhatian rekan mereka di media sosial.

Diantara situasi berbahaya yang menjadi pilihan penggemar selfie adalah mengambil gambar dari ketinggian ekstrim dan foto bersama hewan liar. Kematian terbaru akibat selfie melibatkan seorang pria Jepang berusia 66 tahun yang tewas setelah terjatuh, sebelum serangan jantung saat mengambil gambar selfie di Royal Gate.

Data Mashable menunjukkan, kematian paling tragis adalah melibatkan dua remaja Rusia yang tewas ketika mencoba mengambil gambar selfie bersama sebutir granat dengan pin bom itu sudah dicabut.

Sementara itu di Rusia, kementerian dalam negeri mulai mengambil langkah keamanan dengan menerbitkan brosur dan video yang menyatakan bahwa mengambil gambar selfie yang menarik dapat mengancam nyawa. Video itu antara lain menyarankan masyarakat untuk tidak berpose dengan senjata atau memberikan aksi istimewa di hadapan seekor singa. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA