Dalam amanatnya, Panglima Kodam 9 Udayana Mayor Jenderal TNI M.Setyo Sularso seperti yang dibacakan Brigjen Herry mengatakan, mengingat sampai saat ini di perbatasan RI-RDTL masih terjadi banyak penyelundupan seperti sembako dan BBM serta pelintas batas illegal, diharapkan kepada Satgas Yonarmed 11/Kostrad yang baru bertugas hendaknya melaksanakan tugasnya dengan maksimal dalam mengawal wilayah perbatasan RI-RDTL agar tetap kondusif.
Menurut Danrem bertugas di wilayah perbatasan negara adalah suatu kehormatan, Batalyon Yonarmed 11/Kostrad adalah batalyon terpilih dari batalyon TNI untuk mengawal perbatasan.
"Anda bertugas di perbatasan adalah suatu kehormatan karena menjadi batalyon pilihan dari TNI untuk mengawal perbatasan RI-RDTL, oleh karenanya agar kepercayaan yang sudah diberikan tersebut dilaksanakan dengan semangat, para prajurit harus mampu diuji di perbatasan dan selama menjalankan tugas di perbatasan untuk selalu mawas diri dan pengendalian diri," tegasnya.
Batalyon Yonarmed 11/Kostrad beranggotakan 350 personel TNI AD, selama 9 bulan ke depan Batalyon Armed 11/Kostrad akan mengawal sektor barat meliputi Pos Batas Mota Ain dan Motamasin di Atambua.
[rus]
BERITA TERKAIT: