JK Akui Garuda Berminat Beli 30 Unit Pesawat Airbus A350

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 18 Agustus 2015, 22:00 WIB
JK Akui Garuda Berminat Beli 30 Unit Pesawat Airbus A350
jusuf kalla
rmol news logo Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan Airbus untuk pembelian 30 unit pesawat A350 XWB.

"Tidak pernah beli, baru penandatanganan letter of intent. Saya berminat, bukan kesepakatan jual beli," ujar JK di gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8).

Karena itu, dia menegaskan, Presiden Joko Widodo sudah menegur Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik dan meminta rencana pembelian 30 unit pesawat A350 XWB tersebut untuk dibatalkan.  "Itu sudah ditegur oleh Presiden, makanya paham dulu," tegas JK.

JK tidak memungkiri apabila rencana tersebut dibatalkan sesuai dengan saran Rizal Ramli. "Sesuai keadaan, ya namanya minat," tandasnya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ikhsan Rosan menerangkan, pembelian pesawat Airbus 350 baru sebatas Letter of Intention. Artinya, baru penandatangan dokumen bisnis namun secara hukum sifatnya tidak mengikat.

"Kami masih menjajaki pesawat mana yang akan kita pakai. Kita memang mau beli, tapi belum ada keputusan. Jadi sifatnya hanya Letter of Intention," tandasnya.

Isu rencana pembelian pesawat Airbus A350 oleh Garuda tersebut menghentak publik setelah Rizal Ramli angkat bicara sehari pasca dilantik menjabat Menko Kemaritiman. Bahkan dia sudah menyampaian penolakannya tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Saya bilang, Mas, saya minta tolong layanan diperhatikan. Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman 44,5 miliar dollar AS dari China Aviation Bank untuk beli pesawat Airbus A350 sebanyak 30 unit. Itu hanya cocok untuk Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa," tegasnya.

Apalagi, dia menambahkan, rute penerbangan tersebut tidak akan menguntungkan bagi Garuda. Sejauh ini, rute internasional ke Eropa itu selalu membuat Garuda  merugi karena tingkat keterisian penumpangnya hanya 30 persen. Bahkan, Singapore Airlines yang punya rute ke Amerika Serikat dan Eropa juga mengalami kinerja keuangan yang kurang baik.

Oleh karena itu, dia menyarankan, ketimbang mengembangkan bisnis penerbangan rute internasional, lebih baik Garuda membeli pesawat Airbus A320 dan memilih fokus menguasai bisnis penerbangan domestik dan regional Asia.

"Kita kuasai dulu pasar regional lima sampai tujuh tahun ke depan. Kalau sudah kuat, baru kita hantam," tegas Rizal sambil menambahkan, Presiden setuju dengan usulannya tersebut. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA