Desakan ini sebagaimana diutarakan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 10/8).
"Pemerintah harus investigasi menyeluruh. Harus ada perbaikan sistem, kemarahan pedagang ini harus dimaknai sehingga tata kelola daging bisa dilakukan dengan baik," ujarnya.
Menurut wasekjen DPP PKS tersebut, penyebab harga daging belum turun terletak pada tata kelola di Kementerian Perdagangan, bukan di Kementerian Pertanian. Kementan, lanjutnya, telah berhasil meningkatkan produksi sapi lokal, meski di satu sisi belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"10 tahun terakhir sebenarnya ada upaya swasembada secara masif. Produksi petani meningkat dan sejalan dengan meningkatnya produksi peternak lalu ada impor. Berbahaya ketika produksi meningkat dan keran impor dibuka sehingga stok banyak dan harga jatuh. Nah tapi sekarang katanya sebaliknya, produksi peternak tetap meningkat tapi impor mungkin tidak dilakukan," lanjutnya.
Atas alasan itu, Fahri meminta Kemendag membuka kembali impor sapi dari luar negeri. Ini lanjutnya, karena kebutuhan daging sapi sudah tidak bisa dipenuhi oleh peternak lokal.
"Pemerintah investigasi, terutama Mendag karena beri izin itu Mendag, bukan menteri pertanian karena mereka cuma produksi dan selama ini sukses kok produksi," tuturnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: