"Sekolah swasta itu bukan perusahaan, bukan cari keuntungan. Jadi tidak akan ada istilah bangkrut," kata Bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi ini, seperti diberitakan
RMOL Jabar, Jumat (7/8).
Menurutnya, dengan diterimanya seluruh lulusan SD dan SMP di sekolah negeri menandakan pemerintah sudah mampu menyelenggarakan sekolah bagi warganya, apalagi biayanya digratiskan.
"Sekolah swasta ini keberadaannya membantu pemerintah agar warganya bisa sekolah. Kalau sekarang pemerintahnya sudah mampu, harusnya enggak problem dong. Lagipula sekolah swasta kan bukan untuk bisnis," ujarnya.
Menurutnya, gagasan tersebut berangkat dari keinginannnya untuk meringankan semua warganya dalam mengakses pendidikan.
"Kewajiban saya memastikan rakyat saya bisa bersekolah. Karenanya, tugas utama saya adalah menyediakan fasilitas sekolah dan menerima mereka untuk sekolah tanpa terbebani apapun," katanya menjelaskan.
Bahkan, Kang Dedi selalu siap menerima kepala sekolah swasta yang menilai kualitas SMK Negeri swasta di Purwakarta akan menurun.
"Soal kualitas, saya tanya, yang selama ini tawuran dan berkelahi di jalan itu siapa? Siswa yang bawa motor lalu kecelakaan lalu meninggal itu dari sekolah mana? Itu saja dulu. Soal kualitas itu diujinya belakangan, anak ini setelah lulus sekolah langsung kerja enggak, produktif enggak, itu saja ukurannya," ucap Kang Dedi.
[sam]
BERITA TERKAIT: