Pakar keuangan dan pasar modal Prof. Adler Haymans Manurung memperkirakan reaksi pasar, baik pasar uang dan pasar saham, akan positif kalau Presiden Jokowi mengocok ulang tim ekonominya. Dengan catatan, orang yang dipilih menjadi dirigen tim ekonomi nanti bukan sekedar ekonom biasa apalagi karbitan.
"Kriterianya paling tidak ada tiga. Jangan yang cacat hukum, orangnya harus independen, dan jangan memihak asing," ujar Adler kepada redaksi, Minggu malam (5/7).
Sosok yang memenuhi tiga kriteria tersebut adalah ekonom senior Rizal Ramli. Menurut Adler, sekalipun doktor ekonomi lulusan Boston, Amerika Serikat, Rizal Ramli sangat anti dengan asing yang merugikan kepentingan nasional. Independensi Rizal Ramli terbukti saat dia aktif di pemerintahan Abdurrahman Wahid baik sebagai Menteri Keuangan maupun Menko Perekonomian. Sementara untuk kriteria ketiga, Rizal Ramli adalah orang yang tidak memiliki cacat hukum saat menempati jabatan strategis di pemerintahan.
"Menko Perekonomian yang sekarang kurang gregetan. Menko Perekonomian haruslah konseptor ekonomi yang canggih, harus yang menguasai dan punya teori. Bukan hanya paham konsepsi ekonomi, Menko juga harus paham filosfi dan wise. Nah, Rizal Ramli yang pas dipilih oleh Jokowi.
Background dan
track record dia tepat," kata Adler.
"Saya kira pasar menganggap dia (Rizal Ramli) oke. Selain karena pengalaman, dia juga bersih " sambung dia.
Untuk posisi menteri keuangan, Adler menilai tidak ada masalah dengan kinerja Menteri Bambang Brodjonegoro. Kualitas Bambang mengisi pos kemenkeu sangat bisa diandalkan.
"Tapi ya itu tadi, kalaupun Bambang berkualitas, dia kerja setengah mati tapi kalau pimpinan (Menko Perekonomian) nya gak bagus ya tidak akan bisa apa-apa. Coba saja diperhatikan, sering kok Menko (Sofyan Djalil) nya diam, yang maju Bambang," paparnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: