Begitu tegas Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Beni Pramula kepada
Kantor Berita Politik RMOL ‎di Jakarta (Kamis, 2/7) .
"Di bulan yang suci ini, bangsa butuh semangat sosial terutama di kalangan generasi muda sebagai agen perubahan sosial," ujarnya.
Alasan itu yang kemudian melatari DPP IMM menggelar acara buka bersama yang dibalut dengan acara pembagian santunan kepada anak yatim, pembagian hadiah lomba semarak Ramadhan, penampilan kreativitas seni dan budaya, launching buku "
Ironi Negeri Kepulauan" karya Beni Pramula, serta kajian Ramadhan bertajuk 'Teguhkan Jati Diri, Kuatkan Iman dan Taqwa: Luruskan Kiblat Bangsa untuk Indonesia Berkemajuan'.
Dalam kesempatan itu, Beni menjelaskan mengenai intisari buku karangannya. Buku setebal 233 halaman itu, kata Beni, bercerita tentang kebobrokan negeri ini. Antara lain korupsi yang kian merajalela, hukum yang tebang pilih, dan kiblat ekonomi bangsa yang masih tunduk kepada cengkraman asing.
"Isinya tentang semua ini harus diterima rakyat Indonesia yang semakin hari semakin kesulitan, semakin jauh dari harapan kesejahteraan dan kemajuan. Artinya, Indonesia belum menjadi tuan di negeri sendiri," tandasnya.
Turut hadir dalam acara ini‎ Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula, dan Sekretaris Jenderal DPP IMM Abdul Rahman.
[rus]
BERITA TERKAIT: