Tetapi klarifikasi itu ibarat suara sumbang dalam paduan suara yang malah memunculkan pertanyaan-pertanyaan lain.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro, yang telah melaporkan Rini Soemarno ke Mabes Polri karena diduga terlibat dalam aksi membocorkan rahasia negara melalui kerjasama ini.
Bak paduan suara mereka ralat pernyataan bahwa pembangunan Pusat Data Telin 3 tak ada hubungannya dengan Indonesia apalagi dengan pengembangan kerjasama peningkatan pelayanan e-Goverment. Jika tak ada hubungan dengan Indonesia, mengapa otoritas Singapura memenangkan Telin menggarap pembangunan Pusat Data di Jurong dengan kapasitas 20 ribu untuk menyasar kelas premium perusahaan yg ada di Singapura dan global?†tanya Gigih, Selasa pagi (23/6).
Padahal, sambungnya. dari segi SDM dan teknologi banyak perusahaan Singapura yang memiliki kapasitas jauh lebih maju daripada Telin. Jadi, mengapa pula otoritas Singapura lebih percaya Telin yang baru berkiprah 2007 untuk mengelola pusat data?
Kepentingan pragmatisme Menteri BUMN Rini Soemarno sejalan dengan akal bulus Singapura menguasai pasar teknologi informasi di Indonesia. Diduga kuat Telin diberi projek pembangunan pusat data di Jurong, dengan imbal baliknya SingTel menggarap proyek peningkatan pelayanan e-Goverment di Indonesia,†masih kata Gigih.
Tentu kedua projek besar ini adalah langkah strategis memuluskan jalan bagi Singapura menguasai bisnis teknologi informasi dan memangsa Telkom secara perlahan,†sambungnya.
Menurut hemat Gigih, Singapura sangat berambisi menguasai teknologi informasi di kawasan karena bernilai sangat strategis dalam konteks Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang menghubungkan seluruh negara ASEAN.
[dem]
BERITA TERKAIT: