'George Soros Indonesia' Berniat Lengserkan Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 17 Juni 2015, 01:28 WIB
'George Soros Indonesia' Berniat Lengserkan Jokowi
George Soros/net
rmol news logo Ada 'George Soros' lokal yang mempermainkan rupiah. Sosok ini memainkan rupiah untuk menggoyang pemerintahan Jokowi.

"Ya (motifnya) politik. Secara politik kan kalau rupiahnya ambruk pemerintahnya ambruk, seperti zaman Soeharto," ujar Chairman Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) Christianto Wibisono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/6).

Namun apapun motifnya, Wibisono meminta Bank Indonesia dan pemerintah harus melakukan berbagai upaya mencegah pelemahan rupiah yang bisa berdampak buruk bagi perekonomian nasional. Sejauh ini, BI belum melarang CFD tersebut.

"Pembangunan harus berjalan terus, termasuk memberikan kepastian ekonomi,” ujarnya.

George Soros adalah sosok yang membangkrutkan Bank Sentral Inggris pada 16 Desember 1992. Dia mempermainkan poundsterling sehingga ekonomi Inggris saat itu morat-marik.

Nah, kondisi Indonesia saat ini kata Wibisono, mirip dengan yang dialami Inggris 1992, dimana ada permainan spekulasi oleh 'George Soros lokal'.

'George Soros lokal' ini memiliki contract for difference (CFD) sebesar 10 miliar dolar AS, hanya dengan modal 250 juta dolar AS guna meng-corner rupiah dengan strike position Rp 13.800 per dolar. [dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA