
. Presiden Jokowi mengaku sangat terinspirasi dengan dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman yang universal menjadi Islam yang membumi dan menyatu dalam budaya nusantara. Sehingga yang terwujud adalah Islam Nusantara, bukan Islam di Nusantara. Islam Indonesia, bukan Islam di Indonesia.
"Ini adalah sumbangan otentik yang nyata dari para ulama NU. Semangat ini harus terus dikembangkan di masa yang akan datang," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas Alim Ulama, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6) kemarin.
Kepala Negara berharap para ulama NU melanjutkan kembali jejak sejarahnya, mengambil bagian dalam menjawab tantangan bersama, dan menempatkan NU menjadi bagian penting dari tiang penyangga Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
Bersama berbagai elemen bangsa yang lain, lanjut Jokowi seperti dilansir dari laman setkab, NU bisa menjadi contoh bagaimana membangun masyarakat yang damai dan rukun dalam keragaman, sehingga bangsa ini bisa menjawab tantangan kebangsaan dalam semangat persatuan Indonesia dan gotong royong.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.