Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Baru Adzan, Kiblat Pemerintahan Jokowi Belum Terlihat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/febiyana-1'>FEBIYANA</a>
LAPORAN: FEBIYANA
  • Senin, 15 Juni 2015, 02:11 WIB
Baru Adzan, Kiblat Pemerintahan Jokowi Belum Terlihat
adhie massardi
rmol news logo Terlalu dini menyimpulkan kabinet kerja bentukan Presiden Joko Widodo telah bekerja sesuai keinginan dan harapan rakyat.

"Saya melihat  pemerintahan baru berjalan 9 bulan, jadi belum dapat menyimpulkan. Ibaratnya sekarang ini masih dalam tahap adzan, baru mengingatkan untuk sholat," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi ketika berbicara dalam diskusi Front Page Kantor Berita Politik RMOL dengan tema "Siapa Hambat Program Pembangunan Jokowi?" di Jakarta, Minggu (14/6).

Bisa saja Presiden Jokowi mencopot menteri yang dinilai tidak becus bekerja. Namun demikian, kata Adhie, tetap saja publik tidak bisa buru-buru menilai kabinet dibawah kepemimpinan Jokowi berhasil setelah dilakukan perombakan.

"Kalau nanti ada kabinet baru itu juga baru dalam tahap masuk masjid. Barulah habis itu kita lihat kiblat sholatnya menghadap kemana (arah kepemimpinan Jokowi), bener atau enggak itu nanti kiblatnya," ujar jurubicara presiden era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini.

Menurut Adhie, ada kesalahan arah pembangunan yang dirancang. Salah satu contohnya terkait dana pembangunan yang dibagi-bagikan ke tiap desa. Menurut Adhie setiap desa tidak bisa dipukul rata karena kebutuhan tiap desa berbeda.

Untuk daerah pesisir pantai dimana warganya bekerja sebagai nelayan, kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain kapal yang layak, bahan bakar untuk berlayar, serta alat-alat untuk memancing. Berbeda dengan kebutuhan yang harus dipenuhi di pedesaan yang mayoritas masyarakatnya bertani.

Untuk wilayah seperti ini, pembangunan yang digalakkan pemerintah seharusnya dengan memasukkan daerah tersebut untuk ketahanan pangan. Kebutuhan yang ada antara lain adanya kepastian lahan, hak atas lahan, serta kepastian pertanian yang berkelanjutan.

"Di pedesaan sekarang ini sudah berubah gaya hidupnya menjadi kekotaan, sehingga bisa dikatakan itu jadi urbanisasi pedesaan. Kalau kita programkan kesejahteraan petani tapi petaninya sudah tidak ada karena sudah jadi orang kota, buat apa?" kritik Adhi.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA