Sementara Surabaya merupakan tempat kelahiran idiologis dan historis proklamator kemerdekaan Republik Indonesia itu.
Bung Karno ingin menghilangkan pengalaman traumatik di Blitar,†kata Ridwan Saidi di Jakarta, kemarin (7/6).
Ridwan mengatakan, tidak ada bukti berupa dokumen tertulis yang dapat digunakan untuk mendukung teori ini. Namun, fakta-fakta sosiologi, sebutnya, sudah cukup kuat untuk memastikan hal itu.
Sebuah syair yang diciptakan Bung Karno, menurut Ridwan Saidi, juga menjadi petunjuk mengenai tempat kelahiran Bung Karno dan upaya Bug Karno menutupi kenyataan tersebut.
Syair yang dimaksud Ridwan Saidi berbunyi begini:
Siapa bilang, Bapak dari Blitar
Bapak ini dari Prambanan
Siapa bilang rakyat Indonesia lapar
Indonesia banyak makanan.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: